Rabu, 01 April 2015

Analysa Gold 1-4-15

Analysa Gold 1-4-15..Melihat Trend di H1 masih cenderung turun kecuali jika harga bisa naik melewati fb 38.2 maka trend di H1 akan berubah jadi naik..kesimpulan H1 sebagai patokan trend dn M15 sebagai patokan utk op..jika m15 hrg turun dr fb 61.8 maka op sell dgn tp fb 100..sebaliknya jika di H1 hrg tembus fb 38,2  maka liat kembali chart m15 utk menentukan op buy...salam profit

Analysa GBPUSD 1-4-15

Analysa Gbpusd 1-4-15..analysa jangka pendek..pagi ini buy jika grs trend merah tersentuh dn pasang TP di garis FB 100 dn SL di bawah garis FB 50..Salam Profit

Jumat, 05 Desember 2014

Perlukah Strategi Untuk Keluar Pasar ?

Perlukah Strategi Untuk Keluar Pasar?

Para trader biasanya lebih tertarik untuk mencari tahu bagaimana cara terbaik untuk masuk ke pasar namun kadang melupakan strategi untuk keluar pasar. Banyak strategi mengulas posisi untuk masuk kepasar dengan tujuan untuk mendapatkan harga terbaik yakni harga terendah saat buy dan harga tertinggi saat sell. Bagi anda sekalian yang hanya memikirkan strategi untuk masuk ke pasar, sebaiknya mulailah memikirkan strategi untuk keluar ke pasar juga. Posisi keluar pasar sama pentingnya dengan masuk ke pasar karena profit atau loss itu tergantung dari harga saat keluar dari pasar.
Sama seperti stop loss, amat disarankan mempunyai profit target sebelum trading dimulai. Lebih baik lagi kalau target ini didefinisikan di chart atau saat melakukan order. Memasang target secara mental hanya bisa dilakukan apabila trader sudah benar-benar memahami mengenai 3 M yakni “Mind, Method, Money”. Banyak strategi yang juga mengulas kondisi-kondisi untuk memungkinkan trader keluar dari pasar dengan untung diantaranya dengan memperhatikan risk reward ratio dan trailing stop.
Gunakan manajemen resiko yang dikenal dengan risk reward ratio sebagai dasar untuk menetapkan posisi keluar pasar. Risk reward ratio adalah perbandingan antara resiko dengan hasil yang diharapkan dari setiap trade. Secara umum sebaiknya risk reward ratio sebaiknya 1 : 2 atau 1 : 3 walau dalam kondisi tertentu (misalkan scalping) bisa 1 : 1 untuk perbandingan resiko : hasil. Sedangkan trailing stop sendiri bisa diartikan memindahkan stop loss ke posisi break event point secara otomatis dan stoploss bergerak sendiri secara otomatis mengikuti trend. Bila pasar tiba-tiba berbalik arah, maka anda tetap bisa mendapatkan keuntungan atau minimal adalah break event point.
Ada sedikit masukan mengenai strategi keluar pasar ini :
1. Jangan biarkan emosi menguasai Anda dan mengubah stop loss awal. 
Trader pemula umumnya akan duduk di depan komputer dan mengamati pergerakan harga. Biasanya saat pasar mendekati stop loss maka secara naluriah ia akan mencoba bertahan dengan memperlebar stoploss karena merasa takut. Ini membuat rencana dan manajemen resiko menjadi berantakan. Kerugian umumnya akan menjadi lebih besar dari yang direncanakan.
2. Trader jangan membiarkan dirinya dikuasai oleh emosi dan mengubah target profit 
Mirip dengan point di atas hanya naluri yang bekerja. Kali ini adalah keserakahan di mana si trader ingin mendapatkan untung lebih dengan mengubah target profit.
Bagaimana? Sekarang anda sekalian memahami bahwa strategi keluar dari pasar, cukup penting juga dalam trading bukan? Setelah membaca artikel ini, perhatikanlah juga strategi keluar dari pasar

Selasa, 02 Desember 2014

Anda Losing Trader atau Winning Trader ?

Anda seorang trader dan sedang mencari cara untuk menjadi trader yang sukses? Andua mungkin tidak akan percaya bahwa untuk menjadi seorang trader yang sukses tidak harus mempunyai skill menganalisa yang bagus. Mungkin dalam benak Anda adalah bahwa untuk menjadi trader yang sukses maka kita harus menjadi sangat jenius dalam membaca grafik lalu menguasai semua indikator, harus setiap saat di depan komputer sampai tidak tahu dunia luar. Kalau pemikiran Anda seperti itu maka bersiaplah untuk hanya menjadi trader yang stress dan akhirnya akan menjadi losing trader.
Nah, kita akan ulas sebenarnya kebiasaan apa saja yang harus kita ketahui yang membedakan antara losing trader dengan winning trader. Berikut ada 7 kebiasaan yang harus kita pahami untuk bisa menjadi trader yang sukses.
1. Losing trader takut akan rugi dan merasa selalu harus untung dari setiap transaksi yang dilakukan, sementara winning trader menghilangkan rasa takut akan rugi dan menghilangkan keserakahan.
Seorang trader yang sukses dalam perjalanannya tidak langsung berhasil. Seorang trader yang paling sukses di dunia sekalipun juga sering mengalami kerugian dan bahkan pernah mengalami penurunan modal yang cukup besar pula. Bagi mereka kerugian bukan sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari karena resiko yaitu kerugian tersebut tidak bisa dihilangkan. Kerugian bagi mereka sudah merupakan bagian dalam trading. Mereka juga tahu bahwa musuh terbesar dalam trading bukan dari luar tapi dari dalam diri sendiri yaitu faktor emosi.
Jadi sikap yang paling baik yaitu tidak begitu terpengaruh oleh rasa takut akan mengalami kerugian selama kita mengetahui manajemen resiko serta tidak terlalu serakah dalam mendapatkan keuntungan. Bagaikan balap mobil formula 1, jika kita takut akan kecepatan tinggi maka menjadi seorang pembalap bukan pilihan yang tepat. Dalam trading, jika kita takut mengalami kerugian maka menjadi trader juga bukan pilihan yang cocok.
2. Losing trader selalu memperhatikan kemana harga akan bergerak dalam hitungan jam, hari ini atau besok, sementara winning trader tidak peduli kemana harga akan bergerak.
Kebiasaan yang sering kita lakukan dalam trading yaitu selalu membuat perkiraan kemana harga akan bergerak dalam time frame satu jam, lalu membuat perkiraan dalam time frame daily bahkan weekly. Justru itu yang kadang-kadang membuat kita ragu dan takut karena tiap-tiap time frame bisa memberikan gambaran yang berbeda.
Sementara itu seorang winning trader tidak peduli kemana harga akan bergerak karena mereka tahu kemanapun harga bergerak akan tetap memberikan peluang untuk bisa profit. Yang penting bagi mereka adalah kapan saatnya Buy atau Sell. Ingat, kelebihan trading forex adalah mekanisme transaksinya yang dua arah.
3. Losing trader selalu berusaha mencari profit 100% dalam waktu singkat sementara winning trader akan bertransaksi sesuai trading plan yang sudah ditetapkan.
Seorang losing trader biasanya ingin mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat, nah untuk mencapainya biasanya mereka akan memasukkan volume transaksinya dalam jumlah besar, atau kalau tidak menetapkan keuntungan yang besar dalam satu kali transaksi. Kembali lagi disaat seperti ini mereka akan dikendalikan oleh keserakahan dan pada akhirnya mereka akan termakan oleh emosinya. Akibatnya, bukan keuntungan yang besar yang mereka dapatkan melainkan modal mereka tergerus habis dalam waktu singkat.
Winning trader dalam transaksinya tidak serakah untuk langsung mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar dari setiap transaksi karena mereka sudah mempunyai trading plan. Mereka pun sudah menetapkan target profit berapa persen. Dan mereka sangat disiplin dengan trading plan yang sudah ditetapkan
4. Losing trader mengharapkan 90 – 100 % sistim trading yang mereka gunakan selalu profit sementara winning trader tidak harus mencari sistim trading yang keakuratannya 90 – 100%.
Karena ketakutan akan kerugian yang akan diterima serta harapan keuntungan yang besar dalam waktu singkat maka biasanya losing trader akan berusaha mencari sistem trading yang keakuratannya cukup tinggi bahkan kalau bisa mencari yang tingkat akurasinya adalah 100 % profitable.
Winning trader menyadari bahwa kerugian dalam trading itu tidak bisa dihindari dan tidak ada sistem trading yang 100% profitable. Seorang winning trader tahu pentingnya risk and reward ratio, jadi suatu sistem trading dengan keakuratan yang hanya 60% tapi dengan risk and reward ratio yang bagus akan tetap bisa menghasilkan profit.
5. Losing trader akan mudah menyerah, winning trader tidak mudah menyerah.
Jika Anda menyerah, maka anda keluar dari skenario sukses yang anda rencanakan. Sementara winning trader mampu menahan drawdown modalnya sampai pasar akan memberikan balasan atas kesabaran dan keteguhannya.
6. Losing trader selalu mengcopy dan mengikuti orang lain sementara winning trader selalu percaya diri.
Losing trader selalu mengikuti atau mengcopy sistem trading orang lain yang dinilai memberikan hasil yang bagus. Jika ternyata hasilnya tidak sesuai yang diharapkan maka ia akan mencari lagi sistem trading dari orang lain yang dinilai cukup bagus dan begitu seterusnya.
Winning trader percaya akan sistem yang dia gunakan karena sebelum menggunakan sistem trading tersebut sudah dicoba terlebih dahulu di demo account. Ia tahu bahwa satu sistem trading yang berhasil untuk seorang trader belum tentu berhasil untuk trader yang lain.
7. Losing trader selalu menunggu dan ragu-ragu sementara winning trader selalu bertindak tanpa ragu.
Sekali lagi, akar penyebab losing trader ini yaitu hati-hati yang berlebihan dan menunggu karena rasa takut akan kerugian yang akan dialami. Mereka ragu dan takut karena tidak menguasai sistem trading yang dipakai karena hanya mengcopy dari orang lain.
Sebaliknya, winning trader bisa berhasil dan mendapatkan keuntungan karena mereka benar-benar mengambil tindakan karena ia yakin pada sistem trading yang ia gunakan. Ia juga sudah mempersiapkan batasan resikonya serta profit yang ingin didapatkan berdasarkan trading plan yang sudah disusun sebelumnya.
Itulah beberapa sikap atau hal-hal yang membedakan antara losing trader dengan winning trader, Silakan tanyakan pada diri Anda sendiri apakah sikap losing trader atau winning trader yang ada pada diri Anda. Berupayalah selalu untuk selalu memiliki mindset seorang winner.
Cheers.

Analysa Gbpusd 2-12-14

Analysa Gbpusd 2-12-14  harga jika bisa tembus garis merah atau high kmrin maka akan melanjutkan ke FB 100 sekitar di 1.58250 sebaiknya jika bisa down tembus fb 50 maka akan lanjut menuju fb 23.6...hati2 ada news jam 16.30..happy trading

Kamis, 27 November 2014

Rahasia Mengamankan Keuntungan Dalam Trading

Dalam trading, Anda harus mempersiapkan semua hal dengan baik. Trading plan adalah hal yang mutlak harus Anda miliki. Itu adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan. Saya selalu mengatakan bahwa Anda harus memiliki rencana yang matang. Apakah trading plan saja sudah cukup?
Sebentar, apakah Anda barusan menjawab “YA”? Enak saja…. :)
Jawabannya adalah: TIDAK. Trading plan saja tidak akan mengantarkan Anda ke mana-mana. “Plan your trade, trade your plan,” begitu pemeo yang terkenal di dunia trading. Jadi, secanggih dan sedetail apa pun trading plan Anda tidak akan berguna jika Anda tidak menjalankannya. Setuju?
Namun ternyata trading tidak semata berhenti pada mengeksekusi trading plan dengan baik. Anda pun harus secara aktif memantau posisi (transaksi) terbuka yang telah Anda buat. Ingatlah bahwa pasar sangat dinamis sehingga Anda pun harus bisa mengikuti dinamika pasar. Dengan demikian, Anda tidak boleh dengan kaku berkata, “Saya sudah jalankan trading plan saya. Tugas saya sudah selesai.” Bayangkan Anda mengatakan itu dengan suara robot. :)
Jadi, apa yang selanjutnya harus Anda lakukan ketika Anda sudah mengeksekusi trading plan Anda? Ini tips-tipsnya.
Tetap amati pasar
Anda mungkin adalah trader yang sangat menggilai analisa teknikal. Anda mungkin juga memiliki teman yang sangat mengandalkan analisa fundamental. Di luar sana, mungkin ada juga trader yang berdiri di tengah-tengah: menggabungkan analisa teknikal dan fundamental sekaligus.
Yang mana pun Anda, tetap saja Anda tak bisa mengingkari fakta bahwa berita atau data ekonomi bisa mempengaruhi pergerakan harga. Pasar bisa berubah arah dengan sangat cepat dan signifikan dalam hitungan detik dalam rangka merespon berita yang mungkin baru saja dirilis. Anda tidak bisa mengatakan, “Saya analis teknikal, tak peduli berita”, atau “Data ekonomi AS sedang dalam performa puncak, tak mungkin USD melemah”. (Pakai suara robot lagi… bibip… bibop….)
Apa pun bisa terjadi. Itulah sebabnya Anda tetap harus tetap mengamati perkembangan pasar.
Rahasia Mengamankan Posisi Terbuka Dalam Trading 2
Memang dalam analisa teknikal lebih penting mengamati reaksi pasar daripada repot-repot mencari tahu berita apa yang beredar. Namun bagaimana Anda bisa mengetahui reaksi pasar terkini jika Anda sama sekali tak melihat pergerakan harga?
Tetaplah “terhubung” dengan pasar. Jika Anda adalah orang yang sangatmobile, tak ada salahnya melengkapi diri Anda dengan smartphone yang terinstal Mobile TraderDengan demikian, Anda akan bisa segera mengambil keputusan begitu melihat ada “gelagat” yang bisa mengancam transaksi Anda.
Trading plan tak harus kaku
Ayolah, jangan kaku. Bahkan dalam aturan militer pun, seorang sersan boleh melawan perintah letnannya jika ia menilai perintah itu akan membahayakan keselamatan pasukannya dan ia punya opsi lain. Aturan militer pun ternyata bisa fleskibel juga.
Dalam trading, Anda pun harus berupaya selugas mungkin dalam membuat dan menerapkan trading plan Anda. Namun ini bukan berarti Anda bebas melabrak semua aturan yang telah Anda buat dalam rencana trading Anda itu. Tidak pula lantas meniadakan trading plan. Menjadi fleksibel itu tidak sama dengan menjadi ceroboh.
Rahasia Mengamankan Posisi Terbuka Dalam Trading 3
Anda harus bisa membuat beberapa penyesuaian jika pasar berubah dan tentu saja tetap berada dalam kerangka trading plan Anda. Contoh mudahnya, katakanlah Anda membuka posisi sell karena Anda melihat ada polasymmetrical triangle yang telah terkonfimasi di chart. Harga kemudian turun namun belum menyentuh target profit berdasarkan pola tersebut. Setelah beberapa waktu ternyata harga bergerak sideway, tak kunjung mencapai target Anda. Indikasi oversold pun mulai terlihat. Apa yang kemudian akan Anda lakukan? Menunggu target tercapai, atau menutup transaksi tersebut meskipun keuntungannya belum sesuai dengan target Anda?
Ingatlah bahwa semakin lama Anda membiarkan posisi Anda terbuka maka semakin besar peluang posisi Anda akan menghadapi resiko. Maka, dalam kasus di atas, sah-sah saja jika Anda memutuskan untuk menutup transaksi tersebut. Mengapa? Karena Anda memiliki pertimbangan yang obyektif, bukan semata karena takut keuntungan Anda berubah menjadi kerugian.
Sesuaikan transaksi dengan situasi pasar
Dalam trading, tentu Anda ingin selalu meminimalisir resiko. Salah satu cara yang Anda gunakan adalah menerapkan kebijakan “risk-to-reward ratio” yang baik, di mana resiko (stop loss) selalu lebih kecil daripada reward (target profit).
Begitupun, bukan berarti Anda tak boleh memodifikasi transaksi Anda. Meskipun resiko yang akan Anda hadapi sudah pasti akan lebih kecil daripada target keuntungan, Anda masih diizinkan untuk memperkecil volume transaksi yang telah Anda buat.
Seandainya pasar tidak bergerak sesuai dengan harapan Anda, namun Anda masih meyakini bahwa posisi Anda masih berpotensi mencapai target, Anda boleh mengurangi besaran transaksi Anda. Misalnya, dari 5 lot dikurangi menjadi 2 atau 3 lot.
Rahasia Mengamankan Posisi Terbuka Dalam Trading 4
Sebaliknya, jika ternyata harga bergerak sesuai dengan analisa Anda, cobalah untuk mengaktifkan trailing stop, yaitu mengubah level stop loss menjadi “stop profit”.
Memang sebaiknya hal-hal di atas sudah Anda persiapkan dalam trading plan Anda. Namun seandainya belum, tidak ada salahnya untuk mengaplikasikannya segera pada posisi terbuka yang Anda miliki.
Mudah-mudahan tips-tips ini bisa membantu Anda mempertahankan keuntungan pada transaksi yang Anda buat, sehingga trading plan yang sudah Anda susun dengan susah payah tak berakhir dengan kerugian yang tak terduga. Cobalah untuk menerapkannya.
Selamat trading.

Penjualan Rumah Baru di AS Menurun, Dolar AS Semakin Melemah

Rumah baru di AS dijual lebih lambat dari prediksi pada bulan Oktober dikarenakan para pembangun rumah lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan di ujung atas pasar.
Pembelian naik 0,7 persen ke 458,000 dari revisi 455.000 pada bulan September dimana datanya lebih rendah dari yang dilaporkan pada awalnya, data ini berasal dari Departemen Perdagangan di Washington. Rata-rata perkiraan dari 73 ekonom yang disurvei Bloomberg News memprediksi kenaikan ke 471,000. Angka rata-rata survei ini memecahkan rekor baru.
Aturan pinjaman yang ketat dan pertumbuhan upah yang lambat telah menghambat pembeli baru, mendorong pembangun untuk memenuhi bukan pembeli berpenghasilan atas yang bisa membayar tunai rumah tersebut. Keuntungan yang lebih besar dari hal ini adalah pekerjaan dan upah akan pulih dengan lebih cepat-dan seimbang.
"Kau sedang berhadapan dengan efek setelah krisis," kata Jacob Oubina, ekonom senior AS di RBC Capital Markets LLC di New York, sebelum laporan tersebut. "Pembangun telah optimis untuk beberapa waktu sekarang, tetapi mereka belum melihat pemulihan tersebut dalam aktifitas ekonomi secara nyata."
Laporan lain hari ini menunjukkan belanja konsumen naik pada bulan Oktober pada kecepatan yang sama dengan pendapatan, lebih banyak penduduk Amerika dari perkiraan mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu, dan permintaan barang turun secara tak terduga pada bulan Oktober untuk bulan yang kedua.
Pengeluaran rumah tangga meningkat 0,2 persen bulan lalu setelah sedikit berubah pada bulan September, menurut Departemen Perdagangan Pendapatan juga naik 0,2 persen, kurang dari yang diproyeksikan.