Ada yang bertanya kepada saya.."Pak, saya sdh komitmen sehari harus op 5x..knp op 1-3 selalu profit dn op 4-5 selalu loss ?"
Penting bagi Anda untuk mengetahui tipe-tipe trading serta pilihan strategi apa saja yang bisa diterapkan sesuai dengan tipe trading tersebut. Anda bisa memilih tipe dan strategi mana yang sesuai dengan karakter Anda, karena salah satu kunci keberhasilan dalam trading adalam memilih strategi yang cocok dengan karakter Anda.
Secara umum, ada tiga tipe trading dan beberapa strategi yang berkaitan dengan tipe trading tersebut, yaitu:
- Day Trading
- Swing Trading
- Position Trading
“Day trading” dan “swing trading” adalah tipe trading jangka-pendek, sementara “position trading” lebih panjang. Setiap tipe tersebut memiliki tujuan dan target yang berbeda-beda, sehingga harus disesuaikan pula dengan karakter masing-masing trader yang menggunakannya.
Pada bagian pertama ini kita akan membahas tipe “Day Trading” dan empat pilihan strategi yang bisa diterapkan.
Trader yang menganut “day trading” melakukan transaksi jual atau beli dalam satu hari perdagangan saja, dengan harapan mereka akan bisa membukukan keuntungan di hari itu juga. Para “day trader” selalu menutup transaksi mereka di hari perdagangan yang sama ketika mereka membuka transaksi tersebut, baik dalam keadaan untung ataupun rugi. Tujuan utama seorang day trader adalah menghasilkan keuntungan yang secepat mungkin meskipun relatif kecil dalam satu hari perdagangan.
Ada empat pilihan strategi yang bisa dipergunakan oleh para day trader:
- Scalping
“Scalping” adalah melakukan transaksi dengan target dan batasan resiko yang sangat kecil (5-10 pips) namun frekuensi transaksinya tinggi, atau dengan volume (lot) besar. Parascalper segera menutup transaksi segera ketika harga menemui target maupun resiko mereka. Strategi ini cukup beresiko terutama jika harga bergerak dengan cepat melawan arah transaksi Anda. Anda juga harus memiliki banyak waktu dan tenaga untuk memantau pergerakan psaar tanpa henti.
- Fading
Trader yang menggunakan strategi ini justru melakukan transaksi melawan arah pasar. Mereka mengambil posisi buy justru ketika pasar sedang turun dan sell justru ketika harga sedang naik. Mereka berasumsi bahwa setiap pergerakan pasti memiliki koreksi dan itulah yang mereka coba untuk manfaatkan.
Hati-hati, strategi ini sangat beresiko karena melawan prinsip utama dalam trading, yaitu “follow the trend”. Terlebih, trader yang menerapkan strategi ini cenderung serakah, tetapi mereka memang tergolong “risk-taker”. Bagaimanapun, sangat tidak dianjurkan untuk menerapkan strategi ini.
- Daily Pivot
Strategi ini berdasarkan berdasarkan alat analisis yang bernama pivot point, yang juga menyediakan informasi support dan resistance untuk pergerakan harian. Seorangpivot trader akan mengidentifikasi pergerakan pasar dan melakukan transaksi berdasarkan pivot ini.
Seorang trader yang menggunakan strategi pivot biasanya bertransaksi seperti robot dan tidak terlalu mempedulikan apa yang ada di balik pergerakan harga.
Berikut ini adalah rumus untuk menghitung pivot point:
Jika Anda mengambil posisi buy di harga tertentu dan menggunakan support terdekat sebagai stop-loss, maka Anda sebaiknya memanfaatkan level resistance terdekat sebagai target profit.
Kelemahan strategi ini ini adalah jika pergerakan pasar menjadi “liar”, maka level stop-loss akan sering tersentuh. Maka dari itu strategi ini lebih cocok diterapkan di pasar yang tidak terlalu volatile.
- Momentum Trading
Strategi ini merupakan “lawan” dari strategi fading yang telah dijelaskan di atas. Dalam strategi ini, seorang trader akan melakukan transaksi searah dengan pergerakan pasar. Ia akan mengambil posisi buy jika harga bergerak dalam trend naik, sebaliknya akan mengambil posisisell jika pasar bergerak dalam trend turun. Strategi ini sesuai dengan prinsip dasar trading yang telah disinggung sebelumnya: “follow the trend”. Strategi inilah yang paling aman dalam trading.
Anda bisa mencoba untuk menggunakan beberapa indikator seperti moving average untuk mengidentifikasi arah trend. Anda juga bisa menggunakan indikator semacam RSI, MACD, stochastic, dan lain-lain untuk mencari momen yang tepat dalam membuka posisi buy atau sell.
Kali ini, kita akan membicarakan dua tipe lain, yaitu “Swing Trading” dan “Position Trading”.
Swing Trading
Seperti halnya day trading, tipeswing trading ini juga adalah tipe trading jangka pendek. Perbedaan mendasar antara kedua tipe tersebut ada di time frame yang digunakan. Day trading terbatas pada satu hari perdagangan saja, namun swing trading bisa “melar” hingga lebih dari satu hari perdagangan. Ini karena para swing trader mencoba untuk memanfaatkan peluang yang bisa diperoleh dari peregerakan “swing”, yang berarti “ayunan” harga atau sering juga disebut dengan “koreksi”.
Mirip dengan day trading, para swing trader tidak pernah menahan posisi (transaksinya) untuk jangka waktu panjang dan tidak pernah menggunakan skenario jangka panjang. Rentang waktu yang mereka pergunakan antara hitungan jam, satu hari, hingga dua atau tiga hari.
Para swing trader biasanya menargetkan keuntungan yang lebih besar daripada para day trader. Dengan demikian – terutama bagi mereka yang menahan posisi hingga lebih dari satu hari perdagangan – tentu saja toleransi resikonya juga akan semakin besar.
Pada umumnya, ada tiga alternatif strategi swing trading yang bisa Anda pilih, yaitu breakout trading, retracement trading dan reversal trading.
- Breakout trading
Strategi ini memanfaatkan penembusan (breakout) atas support atau resistance (baca:
Support dan Resistance). Penembusan yang terjadi bisa kecil (seperti yang bisa terjadi di chart intraday) ataupun lebar/jauh (seperti yang bisa terjadi di chart daily, weekly, atau monthly).
Untuk menjadi seorang breakout trader, Anda senantiasa harus mencari titik breakout. Anda juga harus mencermati kapan dan dalma kondisi seperti apa breakout itu terjadi, baru kemudian mengambil posisi jual atau beli.
Anda bisa mengambil posisi beli (buy) jika sebuah resistance tembus, kemudian tempatkanlah target profit di dekat resistance selanjutnya. Sebaliknya ambillah posisi jual (sell) jika sebuah support tembus dan tempatkanlah target profit di dekat support selanjutnya.
Anda juga harus menempatkan level stop-loss di dekat titik breakout guna memperkecil resiko seandainya harga berbalik arah.
- Retracement trading
Strategi ini memanfaatkan koreksi pergerakan harga. Alat analisis yang dipergunakan biasanya adalah Fibonacci Retracement, yang menggunakan perhitungan matematis berdasarkan rasio Fibonacci 0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 100%.
Level-level rasio
Fibonacci tersebut digambarkan sebagai garis-garis horizontal yang berfungsi juga sebagai support atau resistance dari pergerakan harga saat itu.
Pada saat harga berada dalam trend naik, tariklah Fibonacci retracement dari “swing low” ke “swing high”, contohnya seperti gambar di bawah ini:
Sebaliknya, jika harga bergerak dalam trend turun, tariklah Fibonacci retracement dari “swing high” ke “swing low”.
Kemudian perhatikan level-level retracement 38.2%, 50.0% dan 61.8%. Di area tersebut, carilah sinyal buy (jika harga dalam trend naik) atau sinyal sell (jika harga dalam trend turun).
- Reversal trading
Strategi ini bisa bekerja dengan baik jika pasar bergerak “ranging”, maksudnya hanya bergerak dalamrange/rentang harga tertentu. Contohnya, jika harga terlihat mulai tertekan setelah beberapa waktu menguji resistance, maka ada kemungkinan ia akan kembali bergerak turun. Dalam keadaan itu, para reversal trader akan mengambil posisi sell dan level resistance tersebut akan menjadi level stop-loss. Sebaliknya, jika harga terlihat mulai memantul dari area support, maka para reversal trader akan mengambil posisi buy.
Position Trading
Ini adalah tipe terakhir yang akan kita bahas. Para “position trader”mencoba mencari keuntungan dari pergerakan harga dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang daripada day trader ataupun swing trader. Mereka biasanya akan menahan posisi mereka hingga berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Mereka juga menargetkan profit yang jauh lebih besar dan konsekuensinya siap menghadapi total kerugian yang lebih besar pula.
Salah satu kunci untuk melakukanposition trading adalah mengidentifikasi currency pair mana yang menjanjikan pergerakan yang panjang dan besar. Untuk itu mereka selalu memadukan antara analisis teknikal dan fundamental.
Jika Anda ingin menjadi position trader, Anda sebaiknya mencari data fundamental yang memiliki efek jangka panjang dan kemudian menggunakan analisis teknikal untuk menetapkan level entry danexit.
Position trader memang terlihat jauh lebih “santai” dalam melakukan transaksi, namun ingat bahwa di balik kesantaian itu mereka sudah siap menghadapi resiko yang jauh lebih besar.
Nah, tipe trading yang mana kira-kira yang sesuai dengan karakter Anda? Yang jelas, tipe atau strategi mana pun yang Anda pilih, pastikan Anda melakukan latihan yang cukup dan memahami semua hal yang diperlukan sebelum mempraktekkannya. Silakan buka
akun Demo Klik Sini
Bagi yg minat utk belajar memahami trading silakan SMS ke 085715900502 dgn Format : NAMA#ALAMAT#NO HP# MINAT
Kami akan memberikan Edukasi, Training secara GRATIS..sampai benar2 utk bisa menghasilkan Profit Tanpa Dipungut Biaya..untuk wilayah Jakarta
Selamat bertransaksi.